Banyak pemilik website menunda migrasi hosting karena khawatir website mati di tengah jalan. Padahal dengan urutan kerja yang benar, perpindahan dapat berjalan tanpa disadari pengunjung.
Urutan yang kami pakai
- Inventarisasi. Mencatat versi PHP, ekstensi, ukuran database, dan layanan lain yang menempel pada domain seperti email.
- Penyalinan. Seluruh berkas dan database disalin ke server baru tanpa menyentuh yang lama.
- Pengujian. Website dijalankan pada salinan uji untuk memastikan semua halaman dan formulir berfungsi.
- Pengalihan DNS. Dilakukan di luar jam sibuk, dengan masa tunggu propagasi yang diperhitungkan sejak awal.
- Pemantauan. Server lama dibiarkan aktif beberapa hari sebagai jaring pengaman.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Mematikan server lama terlalu cepat adalah kesalahan paling umum. Propagasi DNS tidak terjadi serentak di semua jaringan, sehingga sebagian pengunjung masih diarahkan ke server lama selama beberapa jam. Kesalahan berikutnya adalah melupakan email: domain berpindah tetapi pengaturan email tidak ikut disiapkan.
Siapkan ini sebelum hari H
Turunkan nilai TTL pada DNS beberapa hari sebelum migrasi agar perpindahan lebih cepat menyebar. Pastikan Anda memegang akses penuh ke panel domain, bukan hanya panel hosting, karena keduanya sering berada di penyedia berbeda. Catat pula seluruh alamat email yang aktif beserta kapasitasnya, dan bekukan perubahan konten selama proses berlangsung supaya tidak ada data baru yang tertinggal di server lama.
Berapa lama prosesnya?
Website company profile umumnya selesai dalam hitungan jam. Toko online dan portal dengan database besar bisa memakan satu sampai dua hari kerja, sebagian besar dipakai untuk pengujian, bukan penyalinan.
Di Tera Data Nusantara, migrasi dikerjakan tim kami tanpa biaya tambahan untuk setiap paket hosting. Lihat juga rekam jejak project migrasi yang sudah kami tangani, atau konsultasikan rencana Anda.